“PENDEKATAN,
METODE, TEKNIK, DAN STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA”
M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Disusun Oleh :
Lailatul Fitria (16188201046)
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
STKIP PGRI PASURUAN
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan
2016-2017
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR..............................................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang...............................................................................................................
1.2 Rumusan
Masalah..........................................................................................................
1.3 Tujuan............................................................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
permasalahan istilah pendekatan, metode, teknik, dan strategi
pembelajaran...................................................................................................................
2.2 Komponen
utama dan komponen pendukung lainnya dalam PBI..................................
2.3 Metode
dalam
PBI..........................................................................................................
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan.......................................................................................................................
3.2 Saran.............................................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA...............................................................................................................
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat
Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah – Nya kepada kita
sekalian, sehingga dalam kehidupan kita dapat berkarya serta melaksanakan tugas
dan kewajiban di bidang masing – masing. Semoga kita semua selalu mendapat petunjuk
dan perlindungan – Nya sepanjang masa. Dan dalam pada itu dengan izin – Nya,
Alhamdulillah niat dan tekad saya untuk menyelesaikan penyusunan Makalah Tentang “Pendekatan,
Metode, Teknik, Dan Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia” dapat tersusun dengan
baik.
Makalah ini di susun dengan bahasa yang
sederhana dengan tujuan untuk mempermudah pemahaman mengenai teori yang di
bahas. Kendati demikian, tak ada gading yang tak retak. Saya menyadari bahwa
dalam makalah ini terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu saya
terbuka dengan senang hati menerima kritik dan saran yang konstruktif dari
semua pihak demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya, saya berharap semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.
Pasuruan, 22 Desember 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Peningkatan kualitas
sumber daya manusia di Indonesia terus diupayakan dan dikembangkan seiring
dengan perkembangan jaman yang semakin global. Peningkatan sumber daya manusia
ini juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Pendidikan yang merupakan ujung
tombak dalam pengembangan sumber daya manusia harus bisa berperan aktif dalam
meningkatkan kualitas dan juga kuantitas. Upaya pengembangan pendidikan
tersebut harus sesuai dengan proses pengajaran yang tepat agar anak didik dapat
menerima pelajaran dengan baik.
Proses pengajaran akan
lebih hidup dan menjalin kerjasama diantara siswa, maka proses pembelajaran
dengan paradigma lama harus diubah dengan paradigma baru yang dapat
meningkatkan kreativitas siswa dalam berpikir, arah pembelajaran yang lebih
kompleks tidak hanya satu arah sehingga proses belajar mengajar akan dapat
meningkatkan kerjasama diantara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa, maka
dengan demikian siswa yang kurang akan dibantu oleh siswa yang lebih pintar
sehingga proses pembelajaran lebih hidup dan hasilnya lebih baik.
Dalam kegiatan
pembelajaran tidak terlepas dari berbagai variabel pokok yang saling berkaitan
yaitu kurikulum, guru/pendidik, pembelajaran, peserta. Dimana semua komponen
ini bertujuan untuk kepentingan peserta. Berdasarkan hal tersebut pendidik
dituntut harus mampu menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran agar peserta
didik dapat melakukan kegiatan belajar dengan menyenangkan. Hal ini dilatar
belakangi bahwa peserta didik bukan hanya sebagai objek tetapi juga merupakan
subjek dalam pembelajaran. Peserta didik harus disiapkan sejak awal untuk mampu
bersosialisasi dengan lingkungannya sehingga berbagai jenis pendekatan
pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik.
Berdasarkan pandangan
diatas, maka permasalahan yang muncul adalah bagaimana upaya guru untuk
meningkatkan hasil belajar siswa dengan pendekatan yang tepat. Salah satu
solusinya yaitu dengan mengembangkan suatu pendekatan pembelajaran yang membuat
siswa lebih senang dan lebih termotivasi untuk belajar. Beberapa pendekatan
pembelajaran yang dianggap efisien adalah pendekatan pembelajaran komunikatif,
pendekatan pembelajaran kontekstual, dan pendekatan pembelajaran humanistik.
Pada makalah ini, penulis akan menjelaskan tentang Pendekatan, metode, model,
strategi dan teknik pembelajaran.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam pembahasan makalah ini penulis merumuskan beberapa masalah
berikut :
1) Apa
pengertian permasalahan istilah pendekatan, metode, teknik,
dan strategi pembelajaran?
2) Apa
komponen utama dan komponen pendukung lainnya dalam PBI?
3) Apa
saja metode dalam PBI?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulis membuat makalah ini sebagai berikut :
1) mendeskripsikan
pengertian pendekatan, metode, teknik, dan strategi
pembelajaran.
2) mendeskripsikan
komponen utama dan komponen pendukung lainnya dalam PBI.
3) mendeskripsikan
saja metode dalam PBI.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
MENGURAI
BENANG KUSUT
Ketika
sedang mengajar, guru sering dibingungkan dengan permasalahan istilah
pendekatan, metode, teknik, dan strategi pembelajaran.
1.
Masalah
pendekatan
Pendekatan
adalah asumsi teoretis yang berkaitan dengan hakikat bahasa, belajar bahasa,
dan pengajaran bahasa (Anthony, 1963). Misalnya, hakikat bahasa (menurut
pandangan kaum linguistik struktural) dapat diartikan sebagai simbol-simbol
bunyi yang bersifar arbitrer dan konvensional.
Untuk
memahami pendekatan, dapat dianalogikan seperti berikut ini. Jika seseorang
akan pergi ke Surakarta dari Yogyakarta sebelumnya harus sudah memiliki
keyakinan bahwa Surakarta berada di
sebelah timur kota Yogyakarta. Keyakinan ini diperoleh dari berbagai
pengetahuan, informasi, atau pengalaman orang lain yang pernah didengar bahwa
Surakarta ada di sebelah timur kota Yogyakarta. Keyakinan seperti itulah yang
dimaksud dengan pendekatan.
Begitu
juga tentang pendekatan hakikat belajar bahasa. Pendekatan tentang hakikat
belajar bahasa juga harus dimiliki atas dasar keyakinan tertentu. Misalnya,
keyakinan hakikat belajar bahasa menurut pandangan linguistik struktural
berbeda dengan keyakinan hakikat belajar bahasa berdasarkan pandangan pragmatik.
Linguistik
struktural berkeyakinan bahwa belajar bahasa pada hakikatnya adalah menguasai
elemen-elemen bahasa. Atas dasar penguasaan elemen bahasa, seseorang akan dapat
menggunakan elemen bahasa untuk berbahasa secara baik dan benar.
Sebaliknya,
jika keyakinan seseorang mengenai hakikat belajar bahasa mengikuti pandangan
kaum pragmatik, belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi.
Mengenai
hakikat belajar bahasa menurut pandangan kaum struktural ini dapat dianalogikan
bahwa ketika seseorang belajar berenang.
Lain
halnya dengan belajar bahasa berdasarkan pendekatan pragmatik atau pendekatan
komunikatif. Karena pendekatan komunikatif pada hakikatnya belajar menggunakan
bahasa, dapat dianalogikan bahwa ketika seseorang ingin belajar berenang, tidak
perlu diawali dengan berbagai teori berenang tetapi langsung masuk ke kolam
renang.
Dalam
pengalaman sejarah pembelajaran bahasa di Indonesia, teori apa pun yang
digunakan sebagai pendekatan selalu gagal menghasilkan pembelajar yang mahir
berbahasa. Setiap pergantian kurikulum di Indonesia, salah satu alasannya
adalah bahwa teori linguistik yang diikuti dinilai telah gagal menghasilkan
pembelajar yang mahir berbahasa.
2.
Masalah
metode
Selama
ini banyak orang yang salah pengertian bahwa metode sama dengan cara.
Padahal, cara adalah teknik bagaimana
suaru tujuan dicapai. Sedangkan metode
adalah rancang bangun pembelajaran yang satu sama lain tidak saling
bertentangan untuk mencapai suatu tujuan. Dengan kesalahpahaman seperti, orang
kemudian membedakan metode umum dan metode khusus. Yang dimaksud metode umum yaitu cara pembelajaran yang
biasa digunakan untuk sebagian besar mata pelajaran seperti (1) metode ceramah,
(2) metode diskusi kelompok, (3) metode permainan, (4) metode pemberian tugas,
dan lain-lain. sedangkan metode khusus
adalah cara yang biasa digunakan untuk mata pelajaran tertentu karena
kekhususan yang dimiliki setiap mata pelajaran.
Dalam
setiap PBI, guru dapat memilih banyak jalan (metode). Namun, guru yang memiliki
kompetensi pedagogis baik pasti mampu memilih jalan (metode) mana yang harus
dilalui agar tujuan tercapai secara efektif dan efisien.
3.
Masalah
teknik
Setelah
jalan yang dilalui sudah dipilih berdasarkan asumsi pendekatan tertentu,
seseorang dapat memilih teknik. Teknik adalah cara bagaimana seseorang
melewati jalan yang sudah dipilih berdasarkan suatu asumsi tertentu. Jalan mana
pun yang sudah dipilih, langkah selanjutnya guru harus memilih teknik tertentu.
teknik adalah cara bagaimana suatu tujuan
dapat dicapai.
Pemilihan
teknik harus didasarkan atas pertimbangan bahwa cara tersebut adalah cara
paling efisien dan efektif untuk “menyusuri” jalan menuju ke suatu tujuan.
4.
Masalah
strategi
Teknik
(cara) mana pun yang dipilih oleh guru, masing-masing harus memperhitungkan
strategi. Setiap strategi yang dipilih harus memperhitungkan bahwa tujuan akan
tercapai secara efisien dan efektif. Namun, selain memperhitungkan tujuan, guru dapat juga memperhitungkan tujuan ikutan yang dapat dipetik melalui
teknik yang dipilih. Strategi adalah siasat untuk mencapai tujuan.
2.2
IMPLEMENTASI
DALAM PBI
Komponen
utama dalam PBI adalah guru, pembelajar, dan materi. Artinya, PBI yang utama
adalah guru mengajarkan materi kepada pembelajar. Agar materi dapat diserap
oleh pembelajar, guru berusaha semaksimal mungkin agar pembelajar “tahu, mampu, dan mahir berbahasa”.
Disamping
komponen utama yang telah disebut diatas, proses belajar mengajar (PBM) masih
didukung oleh komponen lain, yaitu pendekatan,
metode, teknik, dan strategi. Dalam PBM, yang dijadikan wahana pengembangan
kompetensi dalam proses pembelajaran adalah materi.
Namun, pembelajar tidak mudah menyerap dan memahami informasi dalam materi.
Daya serap pikiran pembelajar ada yang cerdas, sedang, atau bahkan kurang. Oleh
karena itu, dibutuhkan berbagai dukungan (komponen pendukung) untuk mempermudah
penyerapan informasi. Dengan demikian, guru harus mampu menerapkan pendekatan,
metode, teknik, dan strategi secara terpadu. Artinya, keterkaitan antara
pendekatan, metode, teknik, dan strategi harus menggambarkan alur proses
belajar mengajar di kelas.
2.3
CONTOH
METODE PBI
Diantara
komponen pendukung yang selama ini banyak mendapat perhatian adalah masalah
metode pembelajaran bahasa. Terutama metode yang mampu mengembangkan pikiran pembelajar
untuk berpikir kreatif dan inovatif. Dalam pembelajaran, metode seperti itu
sering disebut dengan istilah PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif dan
Menyenangkan). Beberapa metode yang dapat dikategorikan sebagai metode PAKEM
adalah sebagai berikut.
1.
Metode
Kooperatif
Kooperatif
secara harfiah diartikan bekerja sama. Jadi metode kooperatif adalah jalan
untuk mencapai tujuan dengan cara bekerja sama antara pembelajar satu dengan
pembelajar lain. Metode ini diterapkan dalam bentuk serangkaian aktivitas yang
diorganisasikan secara sistematis dengan memfokuskan diri pada tukar-menukar
informasi secara terstruktur antarpembelajar dalam kelompok, tetapi
masing-masing bertanggung jawab atas pembelajaran yang mereka jalani (Kagan,
1992: 8). Dengan penerapan metode kooperatif, pembelajar diharapkan mampu
bekerja sama secara aktif dengan temannya sehingga cepat menguasai suatu topik
atau pokok bahasan tertentu yang sedang dipelajari.
Prinsip-prinsip
penerapan metode kooperatif mencakup : (1) saling ketergantungan positif, (2)
tanggung jawab perseorangan, (3) tatap muka, (4) komunikasi antaranggota, (5)
keberagaman pengelompokan. Agar metode kooperatif dapat diterapkan secara baik,
teknik pembelajaran harus dikeloal dengan benar. Beberapa teknik menerapkan
metode kooperatif adalah sebagai berikut.
1)
Mencari
pasangan
Untuk
menerapkan metode koopertif, langkah awal yang dilakukan adalah membentuk
kelompok berpasang-pasangan. Setiap pembelajar harus memahami konsep atau
informasi yang sudah dibahas dengan pasangannya.
2)
Bertukar
pasangan
Setelah
pembelajaran berdiskusi dengan pasangannya, setiap anggota saling bertukar
pasangan pasangan. Teknik ini dimaksudkan agar setiap anggota yang sebelumnya
sudah mendiskusikan materi tentu dan sudah memahami konsep materi atau informasi
dapat saling diinformasikan pada anggota dari kelompok lainnya.
3)
Jigsaw
Teknik
jigsaw sering disebut pula dengan teknik kelompok ahli. Pada prinsipnya, teknik
ini sama dengan teknik mencari pasangan
dan bertukar pasangan. Dalam
praktiknya, setiap kelas dibagi dalam kelompok.
4)
Paired storytelling
Teknik
ini menggabungkan kegiatan membaca menulis, mendengarkan, dan berbicara. Bahkan
pembelajaran yang cocok untuk teknik ini adalah bahan/teks yang bersifat narasi
dan deskripsi. Skemata pembelajar harus diperhatikan agar aktivitas selain
lancar.
2.
Metode
Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)
Metode
ini dirancang atas dasar pemikiran John Dewey. Dewey berpendapat bahwa sekolah
merupakan cermin dari kehidupan masyarakat. Sekolah merupakan laboratorium
untuk melakukan penyelidikan dan pengatasan masalah dalam kehidupan nyata.
Gagasan
Dewey ini kemudian disempurnakan oleh Piaget (1954) dan Vygotsky (1978). Piaget
sebagai salah seorang tokoh kognitifisme terkenal berpendapat bahwa seorang
anak, usia berapa pun, mampu terlibat secara aktif dalam proses mendapatkan
informasi dan kemudian mengkontruk pengetahuan sendiri. Pengetahuan tidak
statis tetapi terus berevolusi dan berubah secara konstan. Kognitivis lain,
yaitu Vygotsky (1978) menambahkan bahwa interaksi sosial dengan orang lain
memacu pengonstruksian ide-ide baru dan meningkatkan perkembangan intelektual
pembelajar. Oleh karena itu, metode PBM harus dirancang dengan langkah-langkah
sebagai berikut.
a.
Menentukan
sasaran dan tujuan
Sasaran dan tujuan
metode PBM menyangkut tiga hal, yaitu (1) meningkatkan keterampilan intelektual
dan integratif, (2) memahami peran orang dewasa, dan (3) membantu pembelajar
menjadi pembelajar mandiri.
b.
Memilih
masalah secara tepat beserta situasinya
Metode PBM berasumsi
bahwa situasi bermasalah yang membingungkan dan tidak jelas akan dapat
membangkitkan rasa ingin tahu pembelajar sehingga mereka tertarik untuk
memecahkannya. Karena itu, guru harus pandai-pandai merancang situasi
bermasalah agar pembelajar dapat memilih masalah yang benar-benar terjadi.
Dengan memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk memilih masalah, mereka
akan merasa ikut memiliki masalah tersebut. Agar dapat memilih situasi
bermasalah yang baik harus memenuhi kriteria berikut (Sugiyanto, 2009).
1) Situasi
harus autentik.
2) Situasi
sedapat mungkin bersifat kompleks.
3) Masalah
harus bermakna bagi pembelajar.
4) Cakupan
masalah bersifat luas.
5) Masalah
harus memberikan manfaat bagi usaha kelompok.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
3.1.1
MENGURAI
BENANG KUSUT
1.
Masalah
pendekatan
Pendekatan
adalah asumsi teoretis yang berkaitan dengan hakikat bahasa, belajar bahasa,
dan pengajaran bahasa (Anthony, 1963).
2.
Masalah
metode
Selama ini banyak orang yang salah
pengertian bahwa metode sama dengan cara.
Dengan kesalahpahaman seperti,
orang kemudian membedakan metode umum dan
metode khusus. Yang dimaksud metode umum yaitu cara pembelajaran yang
biasa digunakan untuk sebagian besar mata pelajaran
sedangkan metode khusus adalah cara yang biasa digunakan untuk mata pelajaran
tertentu karena kekhususan yang dimiliki setiap mata pelajaran.
3.
Masalah
teknik
Teknik
adalah
cara bagaimana seseorang melewati jalan yang sudah dipilih berdasarkan suatu
asumsi tertentu.
4.
Masalah
strategi
Strategi adalah siasat untuk mencapai
tujuan.
3.1.2
IMPLEMENTASI
DALAM PBI
Komponen utama dalam PBI adalah
guru, pembelajar, dan materi. Artinya, PBI yang utama adalah guru mengajarkan
materi kepada pembelajar.
Disamping komponen utama yang telah
disebut diatas, proses belajar mengajar (PBM) masih didukung oleh komponen
lain, yaitu pendekatan, metode, teknik,
dan strategi.
3.1.3
CONTOH
METODE PBI
1.
Metode
Kooperatif
Metode kooperatif adalah jalan
untuk mencapai tujuan dengan cara bekerja sama antara pembelajar satu dengan
pembelajar lain.
Beberapa teknik menerapkan metode kooperatif adalah
sebagai berikut.
1) Mencari
pasangan
2) Bertukar
pasangan
3) Jigsaw
4) Paired storytelling
2.
Metode
Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)
Metode ini dirancang atas dasar
pemikiran John Dewey. Dewey berpendapat bahwa sekolah merupakan cermin dari
kehidupan masyarakat. Sekolah merupakan laboratorium untuk melakukan
penyelidikan dan pengatasan masalah dalam kehidupan nyata.
3.2 Saran
1) Bagi
Mahasiswa
Dalam penulisan makalah yang berjudul “Pendekatan, Metode, Teknik, Dan Strategi Pembelajaran
Bahasa Indonesia”,
penulis mengharapkan agar seluruh mahasiswa memahami materi yang sudah dijelaskan
diatas.
2) Bagi
Dosen
Dalam penulisan makalah yang berjudul “Pendekatan, Metode, Teknik, Dan Strategi
Pembelajaran Bahasa Indonesia”, penulis mengharapkan agar
kedepannya mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia (MPBI) menjadi
lebih baik karena sudah ada literatur yang digunakan.
3)
Bagi Perspustakaan
Dalam
penulisan makalah yang berjudul “Pendekatan, Metode, Teknik, Dan Strategi Pembelajaran
Bahasa Indonesia”,
penulis dituntut untuk banyak membaca serta mengumpulkan beberapa informasi.
Penulis mengharapkan agar perpustakaan menambah literatur untuk mempermudah
dalam mencari informasi serta sumber.
DAFTAR PUSTAKA
Pranowo. 2015. Teori Belajar Bahasa. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:eB_2dVyV4EwJ:sahiyajais.blogspot.com/2013/06/makalah-pendekatan-metode-model.html+&cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-b
Komentar
Posting Komentar