Langsung ke konten utama

PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

 PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Dosen pengampu :
M. Bayu Firmansyah, M.Pd

  


Disusun Oleh :
Lailatul Fitria (16188201046)


Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
STKIP PGRI PASURUAN
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan
2016-2017



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang...............................................................................................................
1.2    Rumusan Masalah..........................................................................................................
1.3    Tujuan............................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Bahan ajar dan jenis-jenisnya......................................................................................
2.2  Langkah-langkah pemilihan bahan ajar.......................................................................
2.3  Penentuan cakupan dan urutan bahan ajar...................................................................
2.4  Sumber bahan ajar.......................................................................................................
2.5  Strategi mempelajari bahan ajar oleh pembelajar........................................................
2.6  Pendalaman bahan ajar bahasa indonesia....................................................................
BAB III PENUTUP
3.1  Simpulan.......................................................................................................................
3.2  Saran.............................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................





KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas taufif dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “pengembangan materi pembelajaran bahasa indonesia” ini. Shalawat serta salam senantiasa kita dengung sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat serta semua umatnya hingga kini. Dan Semoga kita termasuk dari golongan yang kelak mendapatkan syafaatnya.
Hanya kata syukur yang bisa penulis sampaikan sehingga makalah yang menjadi tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia bisa terselesaikan dengan baik. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga makalah ini dapat menjadi salah satu panduan belajar. Kritik dan saran senantiasa saya harapkan agar makalah ini dapat lebih ditingkatkan kedepannya.

Pasuruan, 15 Desember 2017

Penyusun




BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan sangat tergantung pada keberhasilan guru merancang materi pembelajaran.  Materi Pembelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat Kegiatan Pembelajaran.
Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran tersebut harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Artinya,materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indikator .
Materi pembelajaran dipilih seoptimal mungkin untuk membantu peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Hal-hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan materi pembelajaran adalah jenis, cakupan, urutan, dan perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran tersebut.
Agar guru dapat membuat persiapan yang berdaya guna dan berhasil guna, dituntut memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan materi pembelajaran, baik berkaitan dengan hakikat, fungsi, prinsip, maupun prosedur pengembangan materi serta mengukur efektivitas persiapan tersebut.




1.2    Rumusan Masalah
Dalam pembahasan makalah ini penulis merumuskan beberapa masalah berikut :
1)      Bagaimana permasalahan dalam pengembangan materi PBI?
2)      Apa saja bahan ajar dan jenis-jenisnya?
3)      Bagaimana langkah-langkah pemilihan bahan ajar?
4)      Bagaimana penentuan cakupan dan urutan bahan ajar?
5)      Apa saja sumber bahan ajar?
6)      Bagaimana strategi mempelajari bahan ajar oleh pembelajar?
7)      Bagaimana pendalaman bahan ajar bahasa Indonesia?
1.3    Tujuan
Adapun tujuan dari penulis membuat makalah ini sebagai berikut :
1)      Menjelaskan permasalahan dalam pengembangan materi PBI.
2)      Mendeskripsikan bahan ajar dan jenis-jenisnya.
3)      menjelaskan langkah-langkah pemilihan bahan ajar.
4)      mendeskripsikan penentuan cakupan dan urutan bahan ajar.
5)      mendeskripsikan sumber bahan ajar.
6)      mendeskripsikan strategi mempelajari bahan ajar oleh pembelajar.
7)      mendeskripsikan pendalaman bahan ajar bahasa Indonesia.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  PERMASALAHAN DALAM PENGEMBANGAN MATERI PBI
Seharusnya para guru sudah akrab dengan materi pembelajaran bahasa Indonesia yang harus diajarkan. Apa pun kurikulumnya, dan apa pun acuan teorinya, pembelajaran bahasa menyangkut 4 (empat) keterampilan, yaitu keterampilan mendengarkan keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis baik dalam bidang bahasa maupun sastra.
Misalnya, ketika guru sedang mengajarkan materi menulis artikel, untuk mengembangkan kompetensi dasar “mampu menulis artikel menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benarindikator yang harus di kembangkan agar kompetensi dasar tersebut tercapai dapat berupa (1) mampu mendefinisikan pengertian artikel, (2) mampu mengidentifikasi unsur-unsur artikel, (3) mampu memilih topik artikel, (4) mampu menyusun kerangka karangan artikel, (5) mampu mengmbangkan kerangka artikel menjadi paragraf-paragraf artikel, (6) mampu menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam penulisan artikel, (7) maampu menggunakan ejaan bahasa Indonesia dengan benar.
Selain aspek materi, guru seharusnya juga sudah terbiasa dengan metode, media, strategi, teknik yang harus di gunakan dalam membelajarkan materi. Guru seharusnya juga sudah terbiasa membuat persiapan mengajar.
Meskipun seluruh perangkat pembelajaran sudah biasa di lakukan oleh para guru, dalam kenyataannya masih ada guru yang belum menjiwai pembelajaran di kelas.Masalah penting yang sering di hadapi guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar yang tepat dalam rangka membantu pembelajar mencapai kompetensi atau tujuan. Hal ini di sebabkan oleh kenyataan bahwa dala kurukulum atau silabus, materi ajar hanya di tuliskan secara garis besar dalam bentuk materi pokok”.
Berkenaan dengan pemilihan bahan ajar ini, secara umum masalah yang di maksud meliputi: (1) cara penentuan jenis materi, kedalaman, ruang lingkup, urutan penyajian, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran, dan sebagainya. (2) masalah lain yang berkenaan dengan bahan ajar adalah memilih sumber di mana bahan ajar itu didapatkan.
2.1    BAHAN AJAR DAN JENIS-JENISNYA
Beberapa hal berkaitan dengan bahan ajar dapat di deskripsikan sebagai berikut.
1.      Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri atas pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus di pelajari pembelajar dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan.
2.      Jenis-jenis materi pembelajaran terdiri atas pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, produser), keterampilan, dan sikap atau nilai.
a.       Materi yang termasuk jenis fakta seperti nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang,nama tempat, nama orang, dan sebagainya.
b.      Materi yang termasuk jenis konsep seperti pengertian, definisi, ciri khusus, komponen atau bagian suatu objek.
c.       Materi yang termasuk jenis prinsip seperti dalil, rumus, adagium, postulat, teorema, atau hubungan antar konsep yang menggambarkan “jika…maka…”, misalnya “jika logam dipanasi akan memuai”, rumus menghitung luas bujur sangkar adalah sisi kali sisi.
d.      Materi yang termasuk jenis prosedur adalah materi yang berkenaan dengan langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam mengajarkan suatu tugas.
e.       Materi jenis sikap (efektif) adalah materi yang berkenaan dengan sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar,semangat berkerja, dan sebagainya.
f.       Substansi bahan ajar yang perlu di perhatikan antara lain.
1.      Teori yang sudah mapan dan keberadaannya tidak lagi berbantah
            Hampir setiap ilmu memiliki teori yang sudah mapan yang tidak jadikan dasar untuk mengembangkan teori baru bagi ilmu itu. Misalnya, ilmu fisika sampai sekarang tetap mengakui kebenaran teori Archimedes, ilmu ekonomi sampai sekarang tetap mengakui kebanaran teori boyle, ilmu bahasa mengenal fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan sebagainya.
            Teori-teori tersebut harus tetap diinformasikan kepada pembelajar sebagai teori dasar ketika mereka harus mempelajari ilmu tertentu.
            Sebagai contoh, psikologi belajar mengenal teori behaviorisme klasik maupun neo-behaviorisme yang diyakini kebenarannya berpuluh-puluh tahun.Aplikasi teori tersebut dalam belajar di yakini bahwa perilaku manusia dapat di bentuk melalui proses pembentukan kebiasaan.
2.      Teori baru yang sedang hangat di bicarakan tetapi sudah cenderung untuk di terima sebagai kebenaran
            Bahan ajar tidak boleh tertinggal dengan perkembangan ilmu. Akhir-akhir ini banyak teori baru yang muncul dan cenderung diterima sebagai kebenaran.
            Sekarang sedang hangat dibicarakan “Audit investigasi” dalam bidang ilmu ekonomi “kecerdasan emosional, kecerdasan religius,quantum learning” dalam bidang psikologi atau kependidikan. Teori-teori baru seperti itu sedang hangat karna berkembang di Indonesia belum begitu lama. Sifat teori seperti itu harus dipilih sebagai bahan agar dapat memicu belajar pembelajar. memang, teori yang masih hangat seperti itu kadang-kadang menuntut kreativitas guru dalam mengemas dalam materi. Tidak mustahil, guru yang tidak rajin membaca dapat kekurangan literatur sehingga pembahasannya menjadi dangkal. Padahal, jika teori yang sedang hangat mewarnai perkembangan ilmu tertentu di dalam dunia ilmu tidak diinformasikan, pembelajaran dapat tertinggal dengan pembelajar di sekolah lain.
3.      Fenomena–fenomena baru yang sedang menjadi isu mutakhir, tetapi dapat merangsang tumbuhnya berfikir pembelajar.
            Di samping teori yang sudah mapan maupun teori yang sedanghangat berkembang,materi ajar juga harus berani menyajikan fenomena baru yang belum menjadi teori, tetapi benar-benar terjadi di dalam masyarakat akademik. Fenomena ini dapat dimunculkan sebagai kasus di dalam bahan ajar agar dapat merangsang pikiran pembelajar.
2.3    LANGKAH-LANGKAH PEMILIHAN BAHAN AJAR
Kriteria bahan ajar yang harus diperhatikan adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar.Atas dasar kriteria tersebut, selanjutnya menentukan langkah pemilihan bahan ajar, yaitu (a)Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pilihan bahan ajar, (b) mengidentifikasi jenis-jenis materi ajar, (c) memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dasar yang telah terindentifikasi, dan (d) memilih sumber bahan ajar.
2.4    PENENTUAN CAKUPAN DAN URUTAN BAHAN AJAR
Masalah cakupan atau ruang lingkup, kedalaman, dan urutan penyampaian materi pembelajaran penting di perhatikan. Ketepatan dalam menentukan cakupan, ruang lingkup, dan kedalaman materi pembelajaran akan menghindari guru dari mengajarkan terlalu sedikit atau terlalu banyak, terlalu dangkal atau terlalu mendalam. Ketepatan urutan penyajian (sequencing) akan memudahkan bagi pembelajar mempelajari materi pembelajaran.
1.      Penentuan cakupan bahan ajar
            Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran harus di perhatikan apakah materinya berupa aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, produset) aspek afektif, ataukah aspek psikomotorik, sebab nantinya jika sudah di bawa ke kelas, masing-masing materi tersebut memerlukan strategi dan media pembelajaran yang berbeda-beda.
            Selain memperhatikan jenis materi pembelajaran juga harus memperhatikan prinsip-prinsip yang perlu di gunakan dalam menentukan cakupan materi pembelajaran yang menyangkut keluasan dan kedalaman materinya.
            Prinsip berikutnya adalah prinsip kecakupan (adequacy). Kecakupan (adequacy) atau memadainya cakupan materi juga perlu di perhatikan dalam pengertian.
            Cakupan atau ruang lingkup materi perlu di tentukan untuk mengetahui apakah materi yang harus di pelajari oleh murid terlalu banyak, terlalu sedikit, atau telah memadai sehingga sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin di capai.
2.      Penentuan urutan bahan ajar
            Urutan penyajian (sequencing) bahan ajar sangat penting untuk menentukan urutan mempelajari atau mengajarkannya. Tanpa urutan yang tepat, jika di antara beberapa materi pembelajaran mempunyai hubungan yang bersifat persyarat (prereqquisite) akan menyulitkan pembelajar dalam mempelajarinya.
            Materi pembelajaran yang sudah di tenrukan ruang lingkup serta kedalamannya dapat di urutkan melalui dua pendekatan pokok, yaitu: pendekatan prosedural, dan hierarkis.
a.      Pendekatan prosedural
      Urutan materi pembelajaran secara prosedural menggambarkan langkah-langkah secara urut sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan suatu tugas. Misalnya langkah-langkah menelpon, langkah-langkah mengoperasikan perlatan kamera video.
b.      Pendekatan hierarkis
      Urutan materi pembelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah.Materi sebelumnya harus di pelajari dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.
2.5    SUMBER BAHAN AJAR
Sumber bahan ajar adalah tempat di mana bahan ajar dapat diperoleh. Dalam mencari sumber ajar, pembelajar dapat di libatkan untuk mencarinya. Misalnya, pembelajar ditugasi untuk mencari koran, majalah, hasil penelitian, dan sebagainya. Beberapa sumber yang di maksud dapat di sebutkan di bawah ini.
1.      Buku teks
            Buku teks yang di terbitkan oleh berbagai penerbit dapat dipilih untuk digunakan sebagai sumber bahan ajar. Buku teks yang digunakan sebagai sumber bahan ajar untuk suatu jenis mata pelajar tidak harus hanya satu jenis, apa lagi hanya berasal dari satu pengarang atau penerbit.
2.      Laporan penelitian
            Laporan hasil penelitian yang diterbitkan oleh lembaga penelitian atau oleh para peneliti sangat berguna untuk mendapatkan suber bahan ajar yang actual atau mutakhir.

3.      Jurnal (penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah)
            Penerbitan berkala yang berisikan hasil penelitian atau hasil pemikiran sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai sumber bahan ajar.
4.      Pakar bidang studi
            Pakar atau ahli bidang studi penting digunakan sebagai sumber bahan ajar.Pakar tadi dapat dimintai konsultasi mengenai kebenaran materi atau bahan ajar, ruang lingkup, kedalaman, urutan, dan sebagainya.
5.      Profesional
            Kalangan profesional adalah orang-orang yang berkerja pada bidang tertentu. Kalangan perbankan misalnya tentu ahli dibidang ekonomi dan keuangan.
6.      Buku kurikulum
            Buku kurikulum penting untuk digunakan sebagai sumber bahan ajar. Karna berdasar kurikulum itulah standar kompetensi, kompetensi dasar dan materi bahan dasar ditemukan. Hanya saja materi yang tercantum dalam kurikulum hanya berisikan pokok-pokok materi.
7.      Terbitan berkala seperti harian, mingguan dan bulanan
            Terbitan berkata seperti koran banyak berisikan informasi yang berkenaan dengan bahan ajar suatu mata pelajaran. Penyajian dalam koran-koran atau mingguan menggunakan bahasa populer yang mudah dipahami.
8.      Internet
            Bahan ajar dapat pula diperoleh melalui jaringan internet. Di internet kita dapat memperoleh segala macam sumber bahan ajar. Bahkan satuan pelajaran harian untuk berbagai mata pelajaran dapat kita peroleh melalui internet.
9.      Media audiovisual (tv, video, vcd, kaset auditif)
            Berbagai jenis media audiovisual berisikan pula bahan ajar untuk berbagai jenis mata pelajaran.Kita dapat mempelajari gunung berapi, kehidupan di laut, di hutan belantara melalui siaran televisi.
10.  Lingkungan (alam, sosial, seni budaya, teknik, industri, ekonomi)
            Berbagai lingkungan seperti lingkungan alam, lingkungan sosial, lingkungan seni budaya, teknik, industri, dan lingkungan ekonomi dapat digunakan sebagai sumber bahan ajar.
            Perlu diingat, dalam menyusun rencana pembelajaran berbasis kompetensi, buku-buku atau terbitan tersebut hanya merupakan bahan rujukan. Artinya, tidaklah tepat jika hanya menggantungkan pada buku teks sebagai satu-satunya sumber bahan ajar.
            Mengajarkan bukanlah menyelesaikan satu buku, tetapi membantu pembelajar mencapai kompetensi. Karna itu, hendaklah guru menggunakan banyak sumber materi. Bagi guru, sumber utama untuk mendapatkan materi pembelajaran adalah buku teks dan buku penunjang yang lain.
2.6    STRATEGI MEMPELAJARI BAHAN AJAR OLEH PEMBELAJAR
Ditinjau dari guru, perlakuan (tretment) terhadap materi pembelajaran berupa kegiatan guru menyampaikan atau mengajarkan kepada pembelajar. Sebaliknya, ditinjau dari segi pembelajar, perlakuan terhadap materi pembelajaran berupa mempelajari atau berinteraksi dengan materi pembelajaran. Secara khusus dalam mempelajari materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran dapat di kelompokkan menjadi empat, yaitu menghafal, menggunakan, menentukan dan memilih.Penjelasan dan contoh di sajikan sebagai berikut:
1.      Menghafal (verbal & parafrasa)
            Ada dua jenis menghafal, yaitu menghafal verbal (rememberverbatim) dan menghafal parafrase (remember paraphrase). Menghafal verbal adalah menghafal persis seperti apa adanya. Terdapat materi pembelajaran yang memang harus dihafal persis seperti apa adanya, misalnya nama orang, nama tempat, nama zat, lambing, peristiwa sejarah, nama-nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebaliknya.
2.      Menggunakan/mengaplikasikan (Use)
            Materi pembelajaran setelah dihafal atau di pahami kemudian digunakan atau diaplikasikan.
            Penggunaan fakta atau data adalah untuk di jadikan bukti dalam rangka pengambilan keputusan. Contoh, berdasarkan hasil penggendalian di temukan fakta terdapatnya emas perhiasan yang sudah jadi, setengah jadi, perhiasan yang telah rusak, tungku, bahan emas batangnya dibekas peninggalan sejarah di desa Wonoboyo Klanten Jawa Tengah.
            Penggunaan materi konsep adalah untuk menyusun proposisi, dalil atau rumus.Seperti diketahui,dalil atau rumus merupakan hubungan antara beberapa konsep.Selain itu, penguasaan atas suatu konsep digunakan untuk menggeneralisasi dan membedakan.Penerapan atau penggunaaan prinsip adalah untuk memecahkan masalah pada kasus-kasus lain. Contoh, seorang pembelajar yang telah mampu menghitung luas persegi panjang setelah mempelajari rumusnya.
            Penggunaan materi prosedur adalah untuk di kerjakan atau dipraktikkan.Seorang pembelajar yang telah hafal dan berlatih mengendarai sepeda motor, dapat mengendarai sepeda motor tersebut.
            Penggunaa prosedur (psikomotorik) adalah untuk mengerjakan tugas atau melakukan suatu perbuatan.Penggunaan materi sikap adalah berprilaku sesuai nilai atau sikap yang telah dipelajari.
3.      Menemukan
            Yang dimaksudkan penemuan (finding) adalah menemukan cara memecahkan masalah-masalah baru dengan menggunakan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang telah dipelajari.
            Menemukan merupakan hasil tingkat belajar tingkat tinggi. Gagne (1987) menyebutkannya sebagai penerapan strategi kognitif. Misalnya, setelah mempelajari ukum bejana berhubungan seorang pembelajar dapat membuat peralatan penyiram pot gantung menggunakan pipa-pipa paralon.
4.      Memilih materi
            Yang dimaksudkan dengan memilih disini adalah memilih untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Misalnya, memilih membaca novel dari pada membaca tulisan ilmiah.
            Pemilihan seperti itu berkaitan dengan aspek sikap dan nilai dalam kehidupan. Dengan pilihan yang di lakukan oleh pembelajar, mereka harus mampu memberikan argumentasi atau pertanggung jawaban “mengapa saya harus memilih itu?”
2.7    PENDALAMAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA
Secara garis besar, materi pembelajaran yang harus diajarkan untuk mata pelajaran bahasa Indonesia dikelompokkan atas dasar keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Karena berbahasa memerlukan kaidah, meskipun tidak secara eksplisit diungkapkan,kaidah bahasa harus menjadi bagian tak terpisahkan dalam pembelajaran bahasa.
1.      Keterampilan mendengarkan
            Ketika berkomunikasi lisan, seseorang harus menangkap informasi yang di sampaikan oleh penutur. Informasi yang dimaksud bukan sekadar informasi yang terucapkan tetapi tetapi juga informasi yang telah terucapkan tetapi tersirat dalam berkomunikasi.
            Aktivitas penyimakan yang perlu diajarkan kepada pembelajar adalah menyimak intensif, menyimak ekstensif, serta menyimak reflektif. Semua itu harus diberikan melalui berbagai jenis tuturan, misalnya pidato, khotbah, diskusi, seminar, dan sebagainya.
            Dari sekian banyak materi menyimak, yang perlu mendapat perhatian guru adalah memahami bagaimana mengatakannya sehingga menangkap apa yang di maksudkan dan bukan sekedar menangkap apa yang dikatakan.
2.      Keterampilan berbicara
            Keterampilan berbicara merupakan kemampuan mengungkapkan gagasan menggunakan bahasa lisan. Materi yang yang harus diajarkan mencakup banyak hal, misalnya diskusi, wawancara, memperkenalkan diri, bercerita, dan sebagainya.
3.      Keterampilan membaca
            Keterampilan membaca merupakan kemampuan menangkap informasi yang di sampaikan melalui bahasa tulis (wacana tulis) kemampuan membaca membahas kemampun membaca cepat (scimming, scanning, membaca ekstensif),membaca intensif (membaca kritis, membaca pemahaman), membaca kritis dan sebagainya.
4.      Keterampilan menulis
            Kemampuan menulis merupakan kemampuan mengungkapkan gagasan menggunakan bahasa tulis. Materi yang harus di ajarkan mencakup menulis dengan topic tertentu yang menarik, menulis pengumuman, menulis berita, menulis karya ilmiah sederhana, mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraph, (naratif, deskriptif, ekspositif,argumentatif), menulis pengalaman yang menarik, menulis puisi, menulis buku harian, menulis surat pribadi, dan sebagainya.
            Dari berbagai macam materi ynag haris di ajarkan, kadang-kadang masalah yang menjadi dasar kemampuan menulis masih belum di pahami oleh guru secara baik,seperti menyusun paragraf, merangkai paragraf deskriptif, membedakan paragraf deskriptif dengan paragraf argumentatif.
5.      Materi kebahasaan
            Materi kebahasaan terintegrasi dengan materi keterampilan berbahasa. Permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran antara lain:
a)      Permasalahan ejaan tidak terletak pada kejelasan aturan tetapi pada penggunaannya dalam berbahasa.
b)      Permasalahan sintaksis muncul terutama berkaitan dengan penyusunan kalimat secara baik dan benar.
c)      Permasalahan semantik muncul terutama berkaitan dengan pemakaian kata-kata baku dan tak baku dalam berbahasa
d)     Permasalahan pragmatikmuncul terutama berkaitan dengan pemakaian bahasa yang tidak sesuai dengan konteks.


BAB III
PENUTUP

3.1    Simpulan
3.1.1        BAHAN AJAR DAN JENIS-JENISNYA
1.      Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri atas pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus di pelajari pembelajar dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan.
2.      Jenis-jenis materi pembelajaran terdiri atas pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, produser), keterampilan, dan sikap atau nilai.
a.       Materi yang termasuk jenis fakta seperti nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang,nama tempat, nama orang, dan sebagainya.
b.      Materi yang termasuk jenis konsep seperti pengertian, definisi, ciri khusus, komponen atau bagian suatu objek.
c.       Materi yang termasuk jenis prinsip seperti dalil, rumus, adagium, postulat, teorema, atau hubungan antar konsep yang menggambarkan “jika…maka…”, misalnya “jika logam dipanasi akan memuai”, rumus menghitung luas bujur sangkar adalah sisi kali sisi.
d.      Materi yang termasuk jenis prosedur adalah materi yang berkenaan dengan langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam mengajarkan suatu tugas.
e.       Materi jenis sikap (efektif) adalah materi yang berkenaan dengan sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar,semangat berkerja, dan sebagainya.
f.       Substansi bahan ajar yang perlu di perhatikan antara lain.
1.      Teori yang sudah mapan dan keberadaannya tidak lagi berbantah
2.      Teori baru yang sedang hangat di bicarakan tetapi sudah cenderung untuk di terima sebagai kebenaran
3.      Fenomena–fenomena baru yang sedang menjadi isu mutakhir, tetapi dapat merangsang tumbuhnya berfikir pembelajar.
3.1.2        LANGKAH-LANGKAH PEMILIHAN BAHAN AJAR
Kriteria bahan ajar yang harus diperhatikan adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar.Atas dasar kriteria tersebut, selanjutnya menentukan langkah pemilihan bahan ajar, yaitu (a)Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pilihan bahan ajar, (b) mengidentifikasi jenis-jenis materi ajar, (c) memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dasar yang telah terindentifikasi, dan (d) memilih sumber bahan ajar.
3.1.3        PENENTUAN CAKUPAN DAN URUTAN BAHAN AJAR
Masalah cakupan atau ruang lingkup, kedalaman, dan urutan penyampaian materi pembelajaran penting di perhatikan. Ketepatan dalam menentukan cakupan, ruang lingkup, dan kedalaman materi pembelajaran akan menghindari guru dari mengajarkan terlalu sedikit atau terlalu banyak, terlalu dangkal atau terlalu mendalam. Ketepatan urutan penyajian (sequencing) akan memudahkan bagi pembelajar mempelajari materi pembelajaran.
3.1.4        SUMBER BAHAN AJAR
1.      Buku teks
2.      Laporan penelitian
3.      Jurnal (penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah)
4.      Pakar bidang studi
5.      Profesional
6.      Buku kurikulum
7.      Terbitan berkala seperti harian, mingguan dan bulanan
8.      Internet
9.      Media audiovisual (tv, video, vcd, kaset auditif)
10.  Lingkungan (alam, sosial, seni budaya, teknik, industri, ekonomi)
3.1.5        STRATEGI MEMPELAJARI BAHAN AJAR OLEH PEMBELAJAR
1.      Menghafal (verbal & parafrasa)
2.      Menggunakan/mengaplikasikan (Use)
3.      Menemukan
4.      Memilih materi
3.1.6        PENDALAMAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA
1.      Keterampilan mendengarkan
2.      Keterampilan berbicara
3.      Keterampilan membaca
4.      Keterampilan menulis
5.      Materi kebahasaan

3.2    Saran
1.      Bagi Mahasiswa
Dalam penulisan makalah yang berjudul pengembangan materi pembelajaran bahasa indonesia, penulis mengharapkan agar seluruh mahasiswa memahami materi yang sudah dijelaskan diatas.
2.      Bagi Dosen
Dalam penulisan makalah yang berjudul pengembangan materi pembelajaran bahasa indonesia, penulis mengharapkan agar kedepannya mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia (MPBI) menjadi lebih baik karena sudah ada literatur yang digunakan.


3.      Bagi Perspustakaan
Dalam penulisan makalah yang berjudul pengembangan materi pembelajaran bahasa indonesia, penulis dituntut untuk banyak membaca serta mengumpulkan beberapa informasi. Penulis mengharapkan agar perpustakaan menambah literatur untuk mempermudah dalam mencari informasi serta sumber.

DAFTAR PUSTAKA

Pranowo. 2015. Teori Belajar Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar





Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS PUISI CHAIRIL ANWAR CINTAKU JAUH DI PULAU

ESTETIKA SASTRA Dosen pembimbing : Drs. M. Zaini, M.Pd Disusun Oleh : Lailatul Fitria (16188201046) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI PASURUAN Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan 2016-2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Sastra berasal dari bahasa Sansekerta, huruf Dewanagari yang berasal dari kata su dan sastra . Su artinya indah dan sastra artinya karya, jadi yang dimaksud dengan sastra adalah karya yang indah. Karya sastra dibagi menjadi 3 jenis, yaitu : puisi, prosa, dan drama. Saya akan menganalisis karya sastra yang berupa puisi dengan judul “Cintaku jauh di pulau” . Ketika menulis puisi “Cintaku jauh di pulau” . Chairil Anwar menceritakan kasih tak sampai dengan pengorbanan yang sangat besar, yaitu ajal. Alasan saya memilih puisi “Cintaku jauh di pulau” karya Chairil Anwar adalah karena saya juga merasakan kesedihan, pengorbanan si aku untuk sampai pada kekasihnya yang manis di pula...

BERBAHASA SECARA KOMUNIKATIF DAN SANTUN

“BERBAHASA SECARA KOMUNIKATIF DAN SANTUN” Dosen pengampu : M. Bayu Firmansyah, M.Pd   Disusun Oleh : Lailatul Fitria (16188201046) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI PASURUAN Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan 2016-2017 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.............................................................................................................. .. DAFTAR ISI............................................................................................................................ ... BAB I PENDAHULUAN 1.1     Latar Belakang............................................................................................................... .. 1.2     Rumusan Masalah.......................................................................................................... .. 1.3     Tujuan.....................

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

“ FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN STRATEGI BELAJAR MENGAJAR ” Dosen pengampu : M. Bayu Firmansyah, S.S, M.Pd Disusun Oleh : Lailatul Fitria         (16188201046) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI PASURUAN Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan 2019 Pemilihan strategi pembelajaran memuat dua hal penting, yakni pemilihan strategi belaajr yang harus dilakukan peserta didik dan pemilihan strategi mengajar yang harus dilakukan pengajar. Strategi belajar mengacu pada perilaku dan orises veroikir yang digunakan peserta didik yang mempengaruhi apa yang dipelajari, termasuk proses memori dan metakognitif. Sedangkan, strategi mengajar berkaitan dengan pendekatan, metode, dan teknik yang dikuasai dan digunakan pengajar dalam pembelajaran. A.       KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK             Peserta didik sebagai ...