Langsung ke konten utama

ANALISIS BUTIR SOAL DALAM ASESMEN BAHASA

“ANALISIS BUTIR SOAL DALAM ASESMEN BAHASA”

Dosen pengampu :
M. Bayu Firmansyah, S.S, M.Pd



 Disusun Oleh :
 Lailatul Fitria (16188201046)




Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
STKIP PGRI PASURUAN
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan
2019


A.      TUJUAN ANALISIS BUTIR SOAL
Tujuan analisis butir soal tes adalah untuk mengungkapkan ciri-ciri, mutu butir tes, serta hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan, penyusunan, dan penggunaan tes yang telah baik dan perlu dipertahankan.

B.       ANALISIS TINGKAT KESULITAN
Analisis tingkat kesulitan dapat ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut :
(1)     Mengurutkan skor yang diperoleh peserta tes dari skor tertinggi sampai dengan skor terendah.
(2)  Menetapkan sebanyak 27,5% dari jumlah peserta tes dengan perolehan skor tinggi (disebut kelompok atas); 27,5% peserta tes dengan skor rendah (disebut kelompok bawah); dan sisanya disebut dengan kelompok tengah. Langkah ini dilakukan jika jumlah peserta tes relatif besar; tetapi jika hanya sedikit, cukup dibedakan atas kelompok atas dan kelompok bawah saja.
(3)    Menganalisis jawaban benar atau salah per butir soal per peserta tes. Analisis ini hanya dilakukan terhadap jawaban peserta tes kelompok atas dan kelompok bawah.
(4)     Menganalisis tingkat kesulitan butir soal dengan menggunakan rumus :

        


IF             = Item Facility, yaitu indeks tingkat kesulitan butir soal
FH            = Frequency High, yaitu jumlah jawaban benar kelompok atas
FL            = Frequency Low, yaitu jumlah jawaban benar kelompok bawah
N              = jumlah peserta tes kedua kelompok

C.      ANALISIS DAYA PEMBEDA
Analisis daya pembeda dapat ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut :
(1)     Mengurutkan skor yang diperoleh peserta tes dari skor tertinggi sampai dengan skor terendah.
(2)  Menetapkan sebanyak 27,5% dari jumlah peserta tes dengan perolehan skor tinggi (disebut kelompok atas); 27,5% peserta tes dengan skor rendah (disebut kelompok bawah); dan sisanya disebut dengan kelompok tengah. Langkah ini dilakukan jika jumlah peserta tes relatif besar; tetapi jika hanya sedikit, cukup dibedakan atas kelompok atas dan kelompok bawah saja.
(3)    Menganalisis jawaban benar atau salah per butir soal per peserta tes. Analisis ini hanya dilakukan terhadap jawaban peserta tes kelompok atas dan kelompok bawah.
(4)     Menganalisis daya pembeda butir soal dengan menggunakan rumus :


ID             = Item Discriminability, yaitu indeks daya pembeda butir soal tes
FH            = Frequency High, yaitu jumlah jawaban benar kelompok atas
FL            = Frequency Low, yaitu jumlah jawaban benar kelompok bawah
n               = jumlah peserta tes kelompok atas atau bawah, atau 27,5% subjek

D.      ANALISIS BUTIR SOAL ESAI
Langkah-langkah untuk menganalisis butir soal esai yaitu sebagai berikut :
(1)     Mengurutkan skor yang diperoleh peserta tes dari skor tertinggi sampai dengan skor terendah.
(2)     Menetapkan sebanyak 27,5% dari jumlah peserta tes dengan perolehan skor tinggi (disebut kelompok atas); 27,5% peserta tes dengan skor rendah (disebut kelompok bawah); dan sisanya disebut dengan kelompok tengah. Langkah ini dilakukan jika jumlah peserta tes relatif besar; tetapi jika hanya sedikit, cukup dibedakan atas kelompok atas dan kelompok bawah saja.
(3)     Memberikan skor pada setiap nomor butir soal pada semua siswa, baik kelompok atas maupun bawah
(4)     Menganalisis tingkat kesulitan dan daya pembeda dengan rumus :


Keterangan : IF = Item Facility
FH            = Frequency High, yaitu jumlah jawaban benar kelompok atas
FL            = Frequency Low, yaitu jumlah jawaban benar kelompok bawah
Skormaks    = Skor maksimal suatu butir soal
Skormin     = Skor minimal suatu butir soal
N              = Jumlah subjek kelompok atas atau bawah (27,5%)
                 ID = Item Discriminability

E.       ANALISIS PENGECOH
Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melakukan analisis pengecoh adalah sebagai berikut : 
(1)     Mengurutkan skor yang diperoleh peserta tes dari skor tertinggi sampai dengan skor terendah.
(2)     Menetapkan sebanyak 27,5% dari jumlah peserta tes dengan perolehan skor tinggi (disebut kelompok atas); 27,5% peserta tes dengan skor rendah (disebut kelompok bawah); dan sisanya disebut dengan kelompok tengah. Langkah ini dilakukan jika jumlah peserta tes relatif besar; tetapi jika hanya sedikit, cukup dibedakan atas kelompok atas dan kelompok bawah saja.
(3)     Menghitung pilihan terhadap alternatif-alternatif jawaban semua butir soal untuk seluruh siswa dalam dua kelompok, sehingga diperoleh data-data sebaran distribusi frekuensi jawaban siswa dalam dua kelompok.
(4)     Melakukan analisis pengecoh butir soal, dengan melihat dan membandingkan jumlah jawaban pada pengecoh antara kelompok atas dengan kelompok bawah. Pengecoh yang baik paling tidak harus terpilih oleh sedikitnya 2% siswa. Kelompok atas harus memilih lebih banyak pada alternatif jawaban benar. Alternatif-alternatif jawaban yang merupakan pengecoh, kelompok bawah harus memilih lebih banyak daripada kelompok atas.



DAFTAR PUSTAKA :
Wahyuni, sri dan Syukur Ibrahim, Abd. 2014. Asesmen Pembelajaran Bahasa. Bandung: Refika Aditama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS PUISI CHAIRIL ANWAR CINTAKU JAUH DI PULAU

ESTETIKA SASTRA Dosen pembimbing : Drs. M. Zaini, M.Pd Disusun Oleh : Lailatul Fitria (16188201046) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI PASURUAN Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan 2016-2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Sastra berasal dari bahasa Sansekerta, huruf Dewanagari yang berasal dari kata su dan sastra . Su artinya indah dan sastra artinya karya, jadi yang dimaksud dengan sastra adalah karya yang indah. Karya sastra dibagi menjadi 3 jenis, yaitu : puisi, prosa, dan drama. Saya akan menganalisis karya sastra yang berupa puisi dengan judul “Cintaku jauh di pulau” . Ketika menulis puisi “Cintaku jauh di pulau” . Chairil Anwar menceritakan kasih tak sampai dengan pengorbanan yang sangat besar, yaitu ajal. Alasan saya memilih puisi “Cintaku jauh di pulau” karya Chairil Anwar adalah karena saya juga merasakan kesedihan, pengorbanan si aku untuk sampai pada kekasihnya yang manis di pula...

PEMILIHAN, SELEKSI BAHAN, DAN MATERI PEMBELAJARAN

“PEMILIHAN, SELEKSI BAHAN, DAN MATERI PEMBELAJARAN” Dosen pengampu : M. Bayu Firmansyah, S.S, M.Pd Disusun Oleh : Lailatul Fitria (16188201046) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI PASURUAN Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan 2019 Materi atau bahan pelajaran merupakan salah satu komponen penting selain komponen pengajaran dan peserta didik, dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran bisa disebut interaksi edukatif yang sadar akan tujuan, artinya interaksi yang telah dicanangkan untuk satu tujuan tertentu, setidaknya tercapai tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran yang dirumuskan dalam satuan pelajaran. Tujuan pembelajaran selayaknya berdasarkan pada tiga hal yang diharapkan dapat dicapai melalui pendidikan atau pembelajaran seperti yang dikemukakan dalam taksonomi Bloom yaitu tujuan kognitif, afektif dan psikomotor. 1.         Tujuan Kognitif Pendekatan-pendekatan kognitif tentang ...

PROSES BELAJAR BAHASA

“ PROSES BELAJAR BAHASA” Dosen  pengampu : M. Bayu Firmansyah, M.Pd   Disusun Oleh : Nama : Lailatul Fitria ( 16188201046) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI PASURUAN Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan 2016-2017 A.       PROSES BELAJAR BAHASA Ketika seseorang mulai belajar menguasai bahasa pertama (B1), mereka hidup dan tinggal di lingkungan masyarakat penutur B1 untuk keperluan hidup dengan masyarakat sekitarnya. Dan tidak mungkin bisa hidup tanpa menguasai bahasa masyarakatnya. Selain itu, mereka memperoleh situasi yang sangat kondusif karena semua orang di lingkungannya menggunakan bahasa secara aktif. Sering kali kita belajar bahasa di sekolah melakukan kesalahan berbahasa. Bahkan ketika diuji dan dinilai, ada yang tidak lulus. Hal ini terjadi bukan saja untuk mempelajari B2 atau bahasa asing tetapi juga ketika mereka mempelajari B1. Banyak anak Indonesia...