Langsung ke konten utama

PENGOLAHAN SKOR MENTAH DALAM KEGIATAN ASESMEN PEMBELAJARAN BAHASA


“PENGOLAHAN SKOR MENTAH DALAM KEGIATAN ASESMEN PEMBELAJARAN BAHASA”


Dosen pengampu :
M. Bayu Firmansyah, S.S, M.Pd


Disusun Oleh :
Lailatul Fitria        (16188201046)


Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
STKIP PGRI PASURUAN
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan
2019



A.      PENGERTIAN
Penilaian (dalam arti khusus) pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui perkembangan hasil belajar siswa dan hasil mengajar guru. Penilaian berangkat dari suatu pengukuran. Hasil dari suatu pengukuran belum banyak memiliki arti sebelum dibandingkan dengan standar atau patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, penilaian dapat diartikan sebagai suatu proses membandingkan hasil pengukuran dengan patokan/kriteria/norma tertentu.

B.       ACUAN PENILAIAN
Dilihat dari perencanaan tes dan penafsiran hasil tes, pengukuran dalam bidang pendidikan bisa berdasarkan pada acuan norma atau kriteria/patokan. Kedua acuan ini menggunakan asumsi yang berbeda tentang kemampuan seseorang. Penilaian acuan norma berasumsi bahwa kemampuan orang itu berbeda dan dapat digambarkan menurut distribusi normal. Sedangkan penilaian acuan patokan berasumsi bahwa hampir semua orang bisa belajar apa saja namun waktunya berbeda.

1.        Penilaian Acuan Patokan (PAP)
Penilaian Acuan Patokan (PAP) merupakan penilaian yang dilakukan dengan cara membandingkan skor hasil tes siswa dengan suatu patokan yang telah ditetapkan, yang akan dijadikan standar kelulusan atau pemberian nilai tertentu. Dalam mengolah skor mentah menjadi nilai dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan dapat menggunakan empat jenis skala.

a)      PAP Skala Lima
Skala Lima adalah suatu pembagian tingkatan yang terbagi menjadi lima kategori. Masing-masing tingkatan biasanya dinyatakan dengan huruf A, B, C, D, dan E.

b)     PAP Skala Sembilan
Skala Sembilan adalah suatu pembagian tingkatan yang terbagi menjadi sembilan kategori. Masing-masing tingkatan biasanya dinyalakan dengan angka 1 sampai dengan 9.

c)      PAP Skala Sepuluh
Skala Sepuluh adalah suatu pembagian tingkatan yang terbagi menjadi sepuluh kategori. Masing-masing tingkatan biasanya dinyatakan dengan angka 1 sampai dengan 10.

d)     PAP Skala Sebelas
Skala Sebelas adalah suatu pembagian tingkatan yang terbagi menjadi sebelas kategori. Masing-masing tingkatan biasanya dinyatakan dengan angka 0 sampai dengan 10.

2.        Penilaian Acuan Norma (PAN)
Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah suatu norma yang disusun secara relatif berdasarkan distribusi skor yang dicapai oleh para pengikut dalam suatu tes. Dengan demikian, skor standar yang dicapai oleh siswa yang didasarkan norma relatif ini mencerminkan status individu didalam kelompok. Pedoman yang dipergunakan untuk mengubah skor mentab menjado skor standar pada PAN didasarkan atas Mean dan Standar Deviasi.  Penilaian dengan menggunakan Acuan Norma dapat dibeda-bedakan menurut jenis skala yang dipergunakan, yaitu PAN Skala Lima, PAN Skala Sembilan, PAN Skala Sepuluh, dan PAN Skala Sebelas.

DAFTAR PUSTAKA :
Wahyuni, sri dan Syukur Ibrahim, Abd. 2014. Asesmen Pembelajaran Bahasa. Bandung: Refika Aditama.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS PUISI CHAIRIL ANWAR CINTAKU JAUH DI PULAU

ESTETIKA SASTRA Dosen pembimbing : Drs. M. Zaini, M.Pd Disusun Oleh : Lailatul Fitria (16188201046) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI PASURUAN Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan 2016-2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Sastra berasal dari bahasa Sansekerta, huruf Dewanagari yang berasal dari kata su dan sastra . Su artinya indah dan sastra artinya karya, jadi yang dimaksud dengan sastra adalah karya yang indah. Karya sastra dibagi menjadi 3 jenis, yaitu : puisi, prosa, dan drama. Saya akan menganalisis karya sastra yang berupa puisi dengan judul “Cintaku jauh di pulau” . Ketika menulis puisi “Cintaku jauh di pulau” . Chairil Anwar menceritakan kasih tak sampai dengan pengorbanan yang sangat besar, yaitu ajal. Alasan saya memilih puisi “Cintaku jauh di pulau” karya Chairil Anwar adalah karena saya juga merasakan kesedihan, pengorbanan si aku untuk sampai pada kekasihnya yang manis di pula...

PEMILIHAN, SELEKSI BAHAN, DAN MATERI PEMBELAJARAN

“PEMILIHAN, SELEKSI BAHAN, DAN MATERI PEMBELAJARAN” Dosen pengampu : M. Bayu Firmansyah, S.S, M.Pd Disusun Oleh : Lailatul Fitria (16188201046) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI PASURUAN Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan 2019 Materi atau bahan pelajaran merupakan salah satu komponen penting selain komponen pengajaran dan peserta didik, dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran bisa disebut interaksi edukatif yang sadar akan tujuan, artinya interaksi yang telah dicanangkan untuk satu tujuan tertentu, setidaknya tercapai tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran yang dirumuskan dalam satuan pelajaran. Tujuan pembelajaran selayaknya berdasarkan pada tiga hal yang diharapkan dapat dicapai melalui pendidikan atau pembelajaran seperti yang dikemukakan dalam taksonomi Bloom yaitu tujuan kognitif, afektif dan psikomotor. 1.         Tujuan Kognitif Pendekatan-pendekatan kognitif tentang ...

PROSES BELAJAR BAHASA

“ PROSES BELAJAR BAHASA” Dosen  pengampu : M. Bayu Firmansyah, M.Pd   Disusun Oleh : Nama : Lailatul Fitria ( 16188201046) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI PASURUAN Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan 2016-2017 A.       PROSES BELAJAR BAHASA Ketika seseorang mulai belajar menguasai bahasa pertama (B1), mereka hidup dan tinggal di lingkungan masyarakat penutur B1 untuk keperluan hidup dengan masyarakat sekitarnya. Dan tidak mungkin bisa hidup tanpa menguasai bahasa masyarakatnya. Selain itu, mereka memperoleh situasi yang sangat kondusif karena semua orang di lingkungannya menggunakan bahasa secara aktif. Sering kali kita belajar bahasa di sekolah melakukan kesalahan berbahasa. Bahkan ketika diuji dan dinilai, ada yang tidak lulus. Hal ini terjadi bukan saja untuk mempelajari B2 atau bahasa asing tetapi juga ketika mereka mempelajari B1. Banyak anak Indonesia...